Dusun Pulka Langkat Ditutup untuk Paranormal dan Youtuber

Dusun Pulka di Kabupaten Langkat, merupakan lokasi hilangnya 3 bocah masing-maisng usia 7 tahun, warga Dusun VI Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Ketiga bocah tersebut hilang saat bermain, Minggu, 18 Oktober 2020. Hingga saat ini, Rabu (11/11/2020), ketiganya belum juga ditemukan, meskipun warga, polisi telah melaukan upaya pencarian, termasuk meliibatkan anjing pelacak dan ratusan paranormal dari Tanjung Morawa, Kepulauan Nias dan Pulau Jawa.. Kini, Dusun Pulka ditutup untuk kalangan paranormal dan orang pintar melakukan ritual. Penutupan juga diberlakukan untuk kalangan Youtuber.

"Kalau untuk Paranormal melakukan ritual dan Yutober memang kita tutup, tapi kalau pendatang untuk melihat danau Pulka, dan warga setempat, ya dipersilahkan. Jangan jadikan kampung kami seolah-olah kampung angker dan bermistis," ungkap kalangan warga Dusun Pulka, Rabu (11/11/2020)

Diketahui, ketiga bocah hilang itu, yakni, Yoghi Tri Herlambang (7), Nizam Aufah Reza (7), dan Alfisah Zahra (7) perempuan.

Pasca tragedi 3 bocah hilang, memang Dusun Pulka dipadati hingga ribuan pengunjung setiap harinya. Lain lagi ratusan orang yang menamakan dirinya pawang, dukun, paranormal dari Langkat dan luar Langkat, seperti dari Pulau Jawa, Nias, Medan dan Tanjung Morawa, ikut melakukan ritual dan penerawangan untuk mencari tahu keberadaan 3 anak hilang itu.

Jajaran Polres Langkat, TNI, Ormas dan BPBD serta SAR juga turun melakukan penyisiran dikawasan Desa Naman Jahe. Dimana, Naman Jahe sebahagian besar wilayahnya perkebunan kelapa sawit Tanjung Keliling, ada juga danau. Mereka mencari keberadaan 3 anak hilang itu, namun tidak ditemukan.

Bahkan 2 ekor anjing pelacak dari Polda Sumatera Utara juga diturunkan untuk melacak jejak ketiga anak yang hilang, tetapi semua usaha itu belum membuahkan hasil hingga hari ini.

Sebelumnya Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga juga telah menghimbau, menutup sementara bagi pengunjung. Ini menghindari kerumunan di masa new normal/mencegah klaster baru Covid-19.

Lantas, apa langkah polisi selanjutnya ? Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utarapun telah membentuk tim khusus. Tujuannya dapat segera mengungkap peristiwa hilangya 3 anak di Langkat.

"Untuk memback up kerja Polres Langkat melakukan penyelidikan terhadap 3 anak di Langkat yang hilang. Ditreskrimum Polda Sumatera Utara sudah membentuk tim. Dan tim sedang bekerja melakukan pengecekan lokasi galian, yakni lokasi awal hilangnya tiga anak. Meminta keterangan saksi-saksi, agar hilangnya ketiga anak akan segera terungkap," kata Wadir Reskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu.

Bangga Indonesia
Bangnes Updated at:
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

 
back to top