Babak Baru “Perang” Hotma Sitompul VS Hotman Paris

 


BANGNES.COM - Perjalanan rumah tangga salah satu pengacara ternama berdarah Batak Hotma Sitompul sedang dilanda persoalan. Ia dan istrinya sedang tidak akur karena isu orang ketiga dalam rumah tangganya. Hotma dituduh telah menjalani relasi tersembunyi dengan menantunya Mikhavita Wijaya, istri sah dari Bams eks Samson.

Namun bukan persoalan itu yang membuat heboh, melainkan Hotma Sitompul akan berhadapan dengan Hotman Paris sebagai pengacara dari Desiree Tarigan, istrnya. Diketahui melalui unggahan cannal Youtube KH Infotainment, Senin (5/4/2021) Desiree mendatangi Hotman Paris menceritakan persoalannya dan sekaligus memintanya menjadi pengacara melawan suaminya sendiri.

Geram karena mertuanya ikut disebut-sebut oleh Hotman Paris dalam persoalan yang menimpa dirinya, Hotma Sitompul akhirnya buka suara.

“Selama ini saya tidak bicara, begitu banyak pukulan bertubi-tubi, di mana saya tetap diam. Saya merasa semua yang harus dibicarakan di dalam pengadilan tidak patut saya jawab di luar pengadilan,” kata Hotma Sitompul, di Kantor LBH Mawar Saron, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (6/4) malam.

Hotma Sitompul merasa perlu untuk angkat bicara, karena ada beberapa hal yang dianggapnya sudah keterlaluan.

“Sekarang kenapa saya mau berbicara, karena pihak sana, lawyer yang katanya lawyer yang seharusnya tahu etika itu membawa-bawa mertua saya yang saya cintai selama 22 tahun. Saya yang ngurus mertua saya itu. Saya tahu betul bagaimana mertua saya. Dia sudah tua, sudah 88 tahun,” ungkap Hotma Sitompul.

Dalam kesempatan jumpa pers ini juga Hotma menyindir Hotman Paris.

“Kalau pembalap itu balapan di sirkuit. Kalau pembalap tidak balapan di sirkuit, balapan di jalan, dia pembalap liar. Kalau petinju, meninju orang di dalam ring tinju. Kalau dia tinju orang di luar ring tinju, dia preman. Kalau pengecara bekerja di kantor polisi, di kejaksaan, dan di pengadilan. Kalau dia tidak bekerja di situ tapi ada di medsos, dia adalah ban…….., Silahkan teruskan. Jadi musti tahu nih. ”, sindir Hotma Sitompul.

(PRC/Ignas Fernandes)



0 Bangga Indonesia