Tiga Alasan Kuat Risma Berpeluang Jadi Mensos


 Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini diisukan mendapat tawaran Menteri Sosial (Mensos).

Tawaran itu datang karena jabatan Mensos yang diemban Juliari Batubara saat ini lowong setelah ditahan oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi Bansos.

Pakar politik Surokim Abdusalam menyebut peluang menduduki mensos itu sangat kuat.

Ia kemudian menyebut ada tiga alasan kuat yang memungkinkan Risma akan mendapat jabatan tersebut.

“Menurut saya peluang Bu Risma cukup kuat untuk menempati posisi sebagai pengganti mensos. Pertama posisi beliau di DPP PDIP cukup strategis dan punya relasi khusus dengan Bu Mega. Kedua, Bu Risma termasuk kepala daerah kader PDIP dengan kinerja bagus di atas rata-rata kepala daerah yang lain,” jelas Surokim.

Sedangkan alasan ketiga, lanjut Surokim, posisi Risma yang akan purna tugas sebagai wali kota juga merupakan momentum yang tepat.

Sebab menurutnya, selama ini jika mendapat tawaran jabatan Risma selalu menolak dengan alasan masih menjabat wali kota.

“Ketiga, posisi Bu Risma yang akan selesai mengemban amanah sebagai kepala daerah pasca Pilkada. Kali ini momentumnya saya pikir pas karena pemimpin Surabaya hasil pilkada sudah ketahuan. Jika melihat respons beliau kali ini berbeda dengan sebelumnya,” terang pria yang juga peneliti Surabaya Survey Center (SSC) itu.

Surokim menambahkan, selain peluang menduduki Mensos, Risma juga punya kans menduduki kursi menteri yang lainnya.

Sebab, saat ini diketahui ada 2 kursi menteri yang lowong karena pejabatnya kini ditahan KPK.

“Sementara jabatan menteri yang luang karena kena KPK kan hanya ada 2 menteri KKP dan Mensos. Menurut pendapat saya lebih pas Mensos. Saya yakin beliau mau menerima jika ditugaskan untuk sebagai mensos sebagai jalan untuk menjadi tokoh nasional dan naik level,” tutur pria yang juga dosen di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu.

Menurut Surokim, jabatan menteri yang diemban Risma juga dinilai sebagai ujian pertama.

Karena jika berhasil, tak menutup kemungkinan Risma akan berkibar dan memungkinkan maju di Pilkada DKI Jakarta nantinya.

“Ya akan jadi ujian pertama di level nasional jika sukses dan berhasil maka peluangnya akan kian berkibar di level nasional termasuk untuk running Pilkada Jakarta,” tandas Surokim.