Prabowo Subianto Digugat oleh Kadernya di PN Medan


BANGNES - Kader Gerindra Ir. Astrayuda Bangun menggugat Prabowo Subianto selaku Ketua Umum DPP Partai Gerindra ke Pengadilan Negeri Medan yang telah terdaftar Reg.741/Pdt.Sus-parpol/2018/PN.Mdn tanggal 30 Oktober 2018, alasan gugatan ini dikarenakan pemecatan Astrayuda Bangun selaku anggota DPRD Sumut ujar Pandapotan Tamba, SH.MH, Ricky Panjaitan, SH dan Jhohanes Situmorang, SH dari Kantor Law Firm PT.RP & Associates

Kronologis pemecatan Astrayuda disebabkan dicantumkan namanya di DCS DPR RI dari PDI Perjuangan Dapil Sumsel 1 padahal yang bersangkutan tidak pernah menyerahkan berkas untuk pencalonan sebagai Caleg DPR RI di dapil tersebut.

Sebenarnya jauh hari sebelum DCS diumumkan KPU RI Astrayuda telah mengajukan permohonan agar PDIP dan KPU RI tidak mencamtukan namanya di DCS Sumsel 1 begitu juga setelah namanya diumumkan di DCS oleh KPU RI, Astrayuda mengajukan keberatan ke PDIP dan KPU RI agar Astrayuda Bangun dicoret dan tidak dilanjutkan untuk proses DCT karena yang bersangkutan tidak pernah mengajukan berkas untuk dicalonkan di Sumsel1, begitu juga Astrayuda tidak pernah mengajukan pengunduran diri ke Partai Gerindra dan ke DPRD Sumut sebagaimana syarat formal untuk calon DPR RI sesuai PKPU No.20 Tahun 2018.

"Atas pencantuman nama klien kami di DCS PDIP, Ketua DPP Partai Gerindra memecat Astrayuda Bangun dari Keanggotaan sehingga berimplikasi bagi proses PAW di DPRD Sumut, oleh karena itu klien kami mengajukan Gugatan ke PN Medan dengan menggugat SK DPP No. 09-0283/Kpts/DPP-Gerindra/2018 tanggal 6 September 2018 selaku Tergugat-1 dan Ketua DPD Sumut selaku Tergugat-2," ujar Jhohanes Situmorang.

"Dasar hukum guatan ini adalah dimana SK yang dikeluarkan DPP telah bertentangan dengan UU Partai Politik dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai karena prosedur pemecatan keangotaan harus melalui mekanisme Mahkamah Partai namun hal ini Partai Gerindra tidak melakukan sesuai yang ada dalam AD/ART melainkan memecat anggota dengan sepihak," ujar Ricky Panjaitan menambahkan.

Sementara itu Pandapotan Tamba menjelaskan, sebelum Gugatan ke Ketua DPP Partai Gerindra, Astrayuda juga telah mengajukan Gugatan di PN Medan Reg No. 689/Pdt.Sus/Parpol/2018/PN.Mdn tanggal 25 Oktober 2018 dengan menggugat Ketua DPD Sumut disebabkan adanya Surat Permohonan Pengajuan PAW ke Ketua DPRD Sumut dari Partai Gerindra ST/10-156/A/DPD-Gerindra Sumut/2018 tanggal 4 Okt 2018.

"Oleh karena itu kita minta kepada Ketua DPRD Sumut, Gubernur dan Mendagri agar menghentikan proses PAW sampai adanya Putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap sesuai Tata Tertib Dewan No.4/K/2014 tanggal 15 Desember 2014 dan PKPU No.6 tahun 2017 tentang PAW," kata Pandapotan Tamba.[rgu/rmol]

Bangga Indonesia
Bangnes Updated at:

Keturunan Si Raja Lontung Bersatu di Desa Sabulan


BANGNES - Desa Sabulan Kecamatan Sitiotio Kabupaten Samosir menjadi saksi awal sejarah bersatunya para keturunan Si Raja Lontung. Sabtu, 18 Agustus 2018 telah diadakan pengukuhan Pengurus Parsadaan Pomparan Raja Lontung.

Keturunan Pomparan Raja Lontung yang disebut 'Si Sia Sada Ina' bersatu hati untuk membentuk sebuah wadah perkumpulan yang diberi nama Parsadaan Pomparan Raja Lontung (PPRL).

Dirunut dari silsilah, Raja Lontung telah ada sejak 600 tahun lalu dan kini keturunannya telah tersebar dimana-mana. Si Raja Lontung memiliki 7 (tujuh) putra (anak) yaitu: Tuan Situmorang, Toga Sinaga, Toga Pandiangan, Toga Nainggolan, Toga Simatupang, Toga Aritonang, dan Toga Siregar. Serta 2 (dua) putri (boru) yaitu Siboru Amak Pandan (menikah dengan Sihombing) dan Siboru Gabe (menikah dengan Simamora).

Kesembilan anak tersebut telah menandatangani prasasti Parsadaan Pomparan Raja Lontung (PPRL) di Desa Sabulan tempat lahirnya si Raja Lontung dan penyebaran keturunannya dimulai dari sana.


Hingga saat ini seluruh Pomparan Ompu Tuan Situmorang memiliki keyakinan dan percaya bahwa Tuan Situmorang adalah anak pertama si Raja Lontung, dengan dasar sejarah lahirnya Tuan Situmorang yang memiliki nama kecil yaitu Torang atau Sitorang Nabolon (terungkapnya sejarah besar saat si Boru Pareme melahirkan anak pertamanya).

Merujuk pada sejarah, daerah Sabulan adalah lokasi pelarian Saribu Raja dan Siboru Pareme dari kejaran saudara-saudaranya Limbong Mulana dan Sagala Mulana dari kampung mereka di Sianjurmulamula.


Dalam pengukuhan pengurus PPRL, Mangihut Sinaga, SH, M.Hum terpilih sebagai ketua. Pada kesempatan tersebut ia diberi “bulang-bulang” dan “tungkot panaluan” serta kepada beberapa pengurus, agar Pengurus PPRL bekerja dengan baik.

Ketua terpilih, Mangihut Sinaga menyampaikan agar PPRL ini betul bekerja tanpa ada unsur kepentingan pribadi atau politik. "Kita akan bekerja dengan membangun perkampungan Siraja Lontung yang hampir 600 tahun hampir terlupakan. Kita dukung pembangunan di Samosir sebagai daerah Pariwisata, akan kita dukung untuk membangun infrastruktur," tegas Mangihut.


Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Samosir, Juang Sinaga bersama Ketua DPRD Kabupaten Samosir, Rismawati Simarmata yang turut menghadiri acara tersebut menyampaikan selamat kepada para pengurus terpilih.

Rapidin menambahkan agar warga Sabulan mensyukuri karena acara pengukuhan pengurus PPRL dilaksanakan di daerah tersebut. "Perlu kami sampaikan bahwa jalan yang melewati Kecamatan Sitiotio mulai dari Harian sampai Perbatasan Kabupaten Humbang Hasundutan sudah ditingkatkan statusnya dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi," kata Rapidin Simbolon.


Lebih lanjut Rapidin Simbolon sebagai Butapi Samosir mengatakan “mulai Tahun 2019 dana yang digunakan untuk membangun jalan tersebut berasal dari dana Provinsi, untuk itu ia mengajak semua pihak agar bersama-sama bekerja khususnya dengan adanya PPRL ini agar dana dari provinsi bisa disalurkan untuk pembangunan jalan tersebut.”

"Mari bersama-sama membangun Samosir ini, khususnya Sabulan ini sebagai perkampungan Siraja Lontung," tutup Bupati Samosir.

Bangga Indonesia
Bangnes Updated at:

MENUNGGU PEMDA BEKERJA WARGA MENJADI KORBAN



BANGNES - Jalan yang berlubang, Pemda Labuhanbatu Utara seakan tutup mata dan tidak mau tahu apa yang terjadi terhadap warga dan daerahnya. Telah sering terjadi dan banyak pengendara kereta (sepeda motor) yang menjadi korban masuk ke dalam lubang dan terjatuh sejak jalan di perempatan jalan Serma Maulana, Aek Kanopan - LABURA berlubang.

Lubang jalan tersebut tepat di perempatan sebelum rel kereta api perlintasan kereta api yang tidak jauh dari stasiun Kereta Api Membang Muda, sebelah Barat arah jalan ke jalan Wonosari/Pulo Tarutung, sebelah Selatan jalan ke arah Parluasan, sebelah Timur jalan Serma Maulana, sebelah Utara Sejahtera.



Korban paling parah adalah orang tua yang terjatuh pada lubang yang berukuran sekitar 2 meter tersebut hari ini, setelah melintasi rel kereta api. Tepatnya sekitar pukul 10.30 WIB, atau tadi pagi saat orang tua yang berusia sekitar 60 tahun tersebut hendak berkunjung kerumah kerabatnya di wilayah jalan Serma Maulana (warga setempat menyebut dengan sebutan Kampung Kristen). Orang yang sudah tua tersebut mengalami pendarahan di kepala akibat benturan dengan jalan dan batuan sekitar lubang tersebut serta luka-luka di lengan dan kakinya.



Beruntung, tepat dekat lubang dan terjatuhnya orang tua tersebut terdapat sebuah klinik praktik Bidan dan orang tua yang bernama Bapak Malau (Op. Irma) tersebut langsung mendapatkan perawatan dengan mendapatkan beberapa jahitan di kepalanya.


Keluarga Korban Sedang Menunggu Orang Tua yang Sedang dalam Perawatan

Sesaat kemudian melintas Kepala Lorong, sebutan KEPLOR untuk seorang penanggungjawab di daerah, sehingga salah seorang warga langsung menanyakan kepada Bapak Horas Nainggolan sebagai Keplor tentang bagaimana reaksinya melihat kejadian tersebut dan apa tindakan yang telah dan yang akan dilakukannya sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap daerah tersebut.



“Sudah dikirim surat ke DPRD Labuhanbatu Utara (Pemda Labura), ya kita menunggu hasil dari surat itu dan tindakannya, katanya.” Warga bertanya ulang, “hanya itu atau apakah adakah hal lain yang dapat dilakukan?”

“Ya kita tunggu saja, sudah disurati setelah itu ya urusan/kewenangan mereka (DPRD), katanya lagi.”

Kemudian, “tutupi saja lubang itu pakai papan,” kata keplor memberikan saran. Namun dijawab, “bahaya bang kalau ditutup pakai papan, karena kan jalan itu diwatii kereta (red:sepeda motor) dan motor (red:mobil),” kata warga menjawab.

Khawatir jika ditutup hanya menggunakan papan orang yang lewat tidak akan mengetahui lubang tersebut dan akan mengalami kejadian lebih membahayakan lagi. Lalu, Keplor tersebut pergi begitu saja meninggalkan warga tanpa melihat orang tua yang barusan saja menjadi korban di wilayahnya itu, sedang dirawat akibat luka dan pendarahan di kepala.



  • Apakah harus menunggu korban lebih banyak lagi atau korban yang mengalami luka lebih parah dan serius bahkan harus meninggal dunia dulu, baru Pemerintah LABURA turun tangan mengurusi warganya?


  • Bagaimana jika yang menjadi korban adalah keluarga Anda, dan kemana anggaran negara untuk perbaikan jalan?


  • Apakah karena kejadian dan rusaknya jalanan terjadi di daerah sehingga pemerintah tidak turut serta bertanggungjawab, dan apa sebenarnya tugas dan tanggungjawab si penanggungjawab daerah tersebut untuk warga di wilayah atau lingkungannya?









Inilah salah satu duka LABURA, hanya jika ada warga yang menjadi korban maka PEMDA akan bekerja, kalau tidak ya begitu-begitu saja. Hal-hal seperti ini-itu seakan sudah menjadi budaya, Pemerintah hanya akan bekerja setelah menunggu ada masyarakat yang mengadu dan itu sudah terjadi dari dulu.

Bangga Indonesia
Bangnes Updated at:

Keberanian Tanpa Batas Jokowi

KEBERANIAN TANPA BATAS JOKOWI
Oleh: Birgaldo Sinaga


BANGNES - Apa yang paling menakutkan terjadi pada keluarga kita? Kemiskinan? Kesehatan buruk? Pengangguran? Karir mandeg?

Seorang teman menjawab yang paling ditakutkannya bukan soal kemiskinan. Karena kemiskinan itu bisa berubah dengan kerja keras dan kesempatan.

Bukan juga soal kesehatan karena itu hal biasa dalam sistem pertahanan tubuh manusia. Adakalanya sakit demam, tapi teknologi kedokteran bisa mengatasi penyakit itu. Juga bukan karir jeblog atau tidak punya pekerjaan. Itu masalah waktu saja.

Lalu apa yang kamu takutkan kawan?
"Yang paling saya takutkan adalah terusir dari tanah kelahiran saya sendiri".

Kamu tahu apa yang terjadi pada jutaan orang Suriah yang menyeberangi laut demi terhindar dari pembantaian di negerinya sendiri? Mereka terusir. Tercerabut akarnya. Terbuang. Terhempas. Tercerai berai. Semua milik mereka hilang dalam hitungan cepat. Bukan saja rumah, mobil, perhiasan yang lenyap, namun jejak kehidupan keluarga turun temurun hilang tak berbekas.

"Kamu tahu itulah penderitaan dan kutukan kehidupan yang paling menakutkan".

Saya terdiam. Tak kuasa saya mengamini semua pikirannya. Apa yang ditakutkan teman saya itu rasanya mutlak benar. Tidak terbantahkan.

Kemiskinan, masalah kesehatan, masalah pekerjaan atau karir itu hal umum terjadi. Bagian mata rantai kehidupan. Tapi soal terusir dari tanah kelahiran sendiri ini sulit dibayangkan bisa terjadi. Tapi nyatanya bisa terjadi.

Coba kita lihat sekeliling kita saat ini. Dalam arus besar perbincangan publik, pertentangan antar sesama anak bangsa sudah mulai mengkristal. Bukan lagi dalam pertentangan beda pendapat layaknya beda argumentasi dalam negara demokrasi. Namun sudah dalam bentuk pengelompokan identitas.

Pengkristalan identitas ini terjadi bukan semata2 lahir ujug2. Ia berembrio dari benih yang ditabur oleh kelompok asing seperti Wahabi dan trans nasional seperti Ikhwanul Muslimin Mesir dan Hizbut Tahrir Internasional.

Kelompok ini dengan cerdik dan sabar masuk melalui pengajaran agama dengan ideologi yang diluar pakem warisan ulama leluhur kita seperti Wali Songo, Syech Hasyim Ashari Pendiri NU, KH Ahmad Dahlan, Pendiri Muhamadiyah.

Pengajaran agama yang punya tujuan akhir mendirikan negara Khilafah Islamiyah ini menyasar para intelektual muda mahasiswa di kampus2 negeri bonafid. Kampus IPB, ITS, UI, ITB, USU, UNDIP dan banyak kampus lainnya ditempel oleh kelompok ini.

Mereka menyusup masuk dengan umpan kajian agama. Anak muda yang sedang mencari jati diri lemah dasar nilai agama ini akhirnya terkecoh. Kena masuk perangkap. Secara perlahan menggiring anak muda mahasiswa ini ketujuan akhir mereka. Semua hidup dan perjuangan ini hanya semata untuk menegakkan negara khilafah sesuai perintah agama. Begitu doktrinnya.

Apa hasilnya?

Benih yang mereka tabur 20-30 tahun lampau sekarang memegang banyak posisi kunci di lembaga pemerintahan dan profesional. Para dokter banyak terjangkiti doktrin khilafah ini. Tenaga pengajar dosen, guru, pegawai BUMN juga mereka kuasai. Juga masuk ke lembaga TNI Polri. Apa yang mereka tanam dulu kini bertunas dan berbuah.

Apakah pemerintah tahu persoalan ini?
Pemerintahan SBY sebelumnya tahu soal ini. Tapi sebagai presiden, kepala negara dan kepala pemerintahan sepuluh tahun SBY berkuasa yang terlihat malah pemberian lahan subur berkembang biak cepat. Tidak ada tindakan anti virus khilafah disuntikkan SBY. "Zero Enemy" jargon SBY adalah jawaban agar merangkul semua kelompok agar negeri ini adem ayem tidak ribut. Meski taruhannya eksistensi NKRI bakal lenyap jika pengusung khilafah ini berkuasa.

Syukurlah Tuhan Yang Maha Kuasa mengirim seorang lelaki kurus keras kepala dan bernyali raksasa ke negeri ini. Lelaki yang dipandang sebelah mata oleh lawan2nya. Lelaki ndeso yang diolok-olok oleh lawannya orang yang planga plongo.

Jokowi lelaki kurus sederhana itu ternyata sosok hantu yang menakutkan bagi kelompok radikal, kelompok intoleran dan kelompok pengusung tegaknya khilafah ini. Belum lagi kelompok penjarah kekayaan negara seperti mafia migas Petral. Belum lagi mafia ikan yang punya armada 7000 kapal laut yang habis menjaring jutaan ton ikan laut kita.

Keberanian dan ketegasan presiden planga plongo ini membuat pertempuran melebar. Keberaniannya bikin geleng2 kepala para punggawanya. Siapa yang bisa menyangka Jokowi bisa melangkah santai ke panggung aksi 212 Monas?

Semua punggawa pengelola keamanan dan pertahanan negara seperti KaBIN, Komandan Paspampres, Kapolri, Panglima TNI, Menkopolhukam memberi kode merah buat Presiden. Negative. Alih-alih menuruti nasihat punggawanya, Jokowi ternyata punya hitungan sendiri.

Pukul 09.00 Wib pagi, Jokowi sudah memerintahkan pasukan paspampres menghitung langkah dari pagar istana ke panggung aksi 212. Prajurit melaporkan sekitar 7 menit jalan kaki. Jokowi tersenyum.

Pukul 11.30 wib, Jokowi mengumpulkan menteri. Dengan tenang Jokowi mengajak pembantunya ikut sholat di Monas. Bergabung dengan ratusan ribu massa 212. Para pembantu presiden saling memandang. Tidak percaya.

"Maaf Bapak Presiden, risikonya terlalu besar. Kita tidak tahu siapa di kerumunan besar itu", potong salah satu pembantunya.

"Ya sudah... Kita jalan sekarang. Ini perintah", tegas Jokowi.

Hujan yang mengguyur Monas pada Jumat siang , 2 Desember 2016 itu tidak menyurutkan langkah Jokowi menuju Monas. Jokowi dengan langkah tenang dan ringan berjalan diapit pembantunya.

Usai sholat, Jokowi meminta naik panggung. Lagi2 pembantunya terkejut. Itu spontanitas Jokowi. Tidak seorangpun tahu rencana mendadak Jokowi itu.

Dari panggung belakang, Jokowi digendong naik. Tanpa alas kaki, Jokowi naik ke panggung. Kecemasan tingkat tinggi terjadi. Seluruh rakyat Indonesia menonton tanpa berkedip mata. Para pasukan paspampres keringat dingin. Semua dalam kondisi siap kokang senjata.

Semua menanti momen berisiko penuh bahaya ini. Bagaimana jika Jokowi dilempar sepatu? Bagaimana jika Jokowi diamuk massa? Bagaimana jika Jokowi disoraki massa? Dipaksa turun?

Hitungan Jokowi ternyata tepat. Kita tidak siap, di sana juga tidak siap. Karena sama2 tidak siap ya kehendak Tuhan yang terjadi. Kira2 begitu alur pikirnya.

Jokowi hanya minta bicara 2 menit. Tidak banyak tapi Jokowi berhasil menenggelamkan yang punya panggung. Rizieq Sihab tenggelam dalam pidato 2 menit Jokowi.

Tidak lama kemudian setelah aksi 212 yang layu sebelum berkembang itu, Rizieq Shihab dapat visa kunjungan ke Arab Saudi seumur hidup. Tokoh sentral aksi 212 itu terkena karma. Polisi menjadikannya tersangka chat mesum.

Setelah itu, keluar lagi anti virus yang sangat mematikan Hitbut Tahrir Indonesia. Jokowi meneken lahirnya Perppu Ormas. Ormas anti Pancasila dibubarkan. HTI dibubarkan pemerintah.

Dan paling terbaru adalah suntikan maut buat kaum radikal dan teroris. Jokowi mengancam akan mengeluarkan Perppu Anti Teroris jika DPR gagal merampungkan RUU Anti Teroris hingga akhir Juni ini.

Makjlebb.. Ancaman Jokowi ini bikin ciut partai penolak UU Anti Teroris. Dalam hitungan hari, akhirnya DPR sepakat. RUU Anti Teroris yang makan waktu hingga 2 tahun sah jadi UU.

Apakah kamu masih berpikir Indonesia akan seperti Suriah kawan?
Teman saya diam dan menatap tajam mata saya ketika pertanyaan itu menghunjam pikirannya.

"Rasanya Tuhan mengirim Jokowi sebagai penyelamat negeri kita dari kehancuran radikalisme dan negara khilafah bro",

Saya tersenyum. Lalu meneguk secangkir Chinesse Tea yang nikmat. Senikmat hangatnya sinar mentari di bawah rerimbunan pohon Istana Bogor sore itu.


Brigaldo Sinaga

Bangga Indonesia
Bangnes Updated at:

Presiden Ingin Media Sosial Dimanfaatkan Untuk Sebarkan Dakwah Islam


BANGNES - Saat berbicara dalam acara penutupan Pengkajian Ramadan 1439 Hijriah yang digelar Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Presiden Joko Widodo menyadari potensi penggunaan media sosial untuk berbagi informasi, termasuk menyebarkan dakwah Islam. Seperti misalnya sejumlah tokoh Muhammadiyah yang sukses memanfaatkan hal itu.

"Dakwah pun sekarang juga sudah banyak sekali yang menggunakan Instagram, Youtube, facebook, dan twitter. Misalnya di Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin pengikutnya 129 ribu. Kan banyak sekali. Ya memang sekarang penggunaan-penggunaan seperti ini sangat efektif," ujar Presiden di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Ciracas, Selasa, 29 Mei 2018.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi serupa itu mutlak dilakukan dewasa ini bila tak ingin tertinggal. Namun, di lain sisi, penggunaan untuk hal-hal yang negatif juga mesti mendapatkan perhatian khusus.

"Kalau penggunaannya tidak benar, bisa melenceng ke mana-mana. Sangat berbahaya. Kalau di media sosial kita buka, betapa saling mencela, mencemooh, membuka aib, menyampaikan hal yang buruk-buruk," ucapnya.

Oleh karena itu, Kepala Negara memandang perlunya bagi setiap orang memahami adab dalam bermedia sosial. Salah satunya ialah dengan memperkuat nilai-nilai agama dan budaya Indonesia yang penuh kesantunan.

"Keindonesiaan akan sangat penting dalam membentengi kita. Jangan sampai yang berkaitan dengan budi pekerti dan sopan santun menjadi hilang karena terpengaruh oleh era digital," kata Presiden.

Di acara itu, Presiden tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih bagi Muhammadiyah yang selama ini telah berkomunikasi dengan cara-cara yang baik dengan pemerintah. Muhammadiyah disebutnya juga kerap memberikan kritik-kritik membangun yang disertai dengan solusi. Inilah yang diharapkan dan diapresiasi oleh Presiden Joko Widodo.

"Saya sangat berterima kasih kepada PP Muhammadiyah yang terus dan selalu berkomunikasi dengan baik dengan pemerintah. Juga memberikan kritik-kritik membangun disertai solusi. Saya kira ini sesuatu yang terus kita kaji masukan-masukan yang ada," tuturnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Juga tampak hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan Rektor Uhamka selaku Ketua Panitia Suyatno.


Jakarta, 29 Mei 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden


(Bey Machmudin)

Bangga Indonesia
Bangnes Updated at:

Ini Alasan Orang Indonesia Mulai Tinggalkan Transaksi Tunai


BANGNES - Rencana pemerintah membatasi transaksi uang kartal atau tunai tampaknya akan segera terwujud. Sebab metode pembayaran non tunai (cashless) kini sudah mulai meningkat dan dipilih masyarakat.

Riko Abdurrahman, President Director of PT. Visa Worldwide Indonesia mengatakan dari hasil penelitian diperoleh sebanyak 45% orang Indonesia lebih pilih transaksi non tunai.

Alasannya adalah masalah kemanan. Masyarakat jauh lebih aman, cepat dan lancar menggunakan kartu sebagai pembayaran ketimbang tunai.

"Tren non tunai kini didorong oleh konsumen yang semakin menginginkan alat bayar yang aman, cepat, dan lancar. Masyarakat juga lebih menyukai proses pembayaran auto pay ketika membeli barang," ujar Riko Abdurrahman kepada CNBC Indonesia.

Dia pun menuturkan bahwa masyarakat dewasa ini lebih memilih toko yang memiliki pilihan self service check out. Serta lebih nyaman dengan teknologi biometrik untuk autentikasi pembayaran.

"Menurut survei Consumer Payment Attitudes Study 2017 mengatakan bahwa sebuah penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih toko yang memiliki pilihan self service check out. Ini merupakan salah satu penyebab masyarakat berpindah ke kartu pembayaran eletronik seperti kartu debit, kredit, ATM, dan uang elektronik dibandingkan dengan menggunakan uang tunai," kata dia.


(Gus/Lynda Hasibuan/Cnbcindonesia.com)

Bangga Indonesia
Bangnes Updated at:

 
back to top