Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu Tangkap Pelaku Perampasan Smarthphone

Pada Awak Media AKP Sahrial Sirait, SH., MH., selaku Kapolsek Kualuh Hulu bahwa Unit yang dibawahi nya telah melakukan kegiatan yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kualuh Hulu IPDA Y. Hendra Gultom, SH., MH., telah melakukan pengungkapan dan mengamankan seorang laki-laki bernama Jepri Hasibuan (27 Thn), pedagang, Alamat Lingk. III Kampung Toba, Kel. Aek Kanopan, Kec. Kualuh Hulu, Kab. Labura.
Pengamanan terhadap Jepri tersebut kata Sahrial, “berdasarkan Laporan Polisi, Nomor : LP/55/RES.1.8/III/2020/SU/RES.LBH/SEK KL.HULU tentang tindak pidana pasal 365 KUHP, Tgl. 02 Maret 2020”.
Lanjut Kapolsek, “Pelapor/korban bernama Rudi Azwar (16 Thn), Islam, pelajar, alamat: LK. III wonosari, Kel. Aek Kanopan, Kec. Kualuh, Kab.Labura. Peristiwa kejadian tersebut pada Senin tanggal 02 Maret 2020, sekira pukul 22.00 Wib di Jln. Ahmad Doyan Kampung Toba, Kel. Aek Kanopan, Kec. Kualuh Hulu, Kab. Labura. Kerugian yang dialami korban sebesar Rp. 2.900.000 (dua juta sembilan ratus ribu rupiah)”. Ucapnya.
Lebih lanjut Sahrial menerangkan, “Pada hari Senin tanggal 02 Maret 2020 sekira pukul 22. 00 Wib korban bersama temannya dari kampung baru sedang jalan-jalan. Lalu ada dua orang laki-laki menyetop korban dan korban di bawa ke Kampung Toba, dan pelaku mengambil HP Oppo A5 dan uang Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah). Sembari mengancam korban dengan sebilah pisau, merasa telah dirugikan dan agar mendapat perlindungan hukum, korban datang ke Polsek Kualuh Hulu dan membuat laporan ke SPKT Polsek Kualuh Hulu tentang apa yang dialaminya.”
Tambahnya, “Kemudian Tekab Unit Reskrim mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan terhadap pelaku, dan pada hari senin tanggal 04 Mei 2020 sekira pukul 12.00 wib Kanit Reskrim Ipda Y. H. Gultom dan Tekab Reskrim menemukan petunjuk pelaku tersebut dan mendapat infomarsi bahwa pelaku sedang berada di Kampung Toba, Kel. Aek Kanopan, Kec. Kualuh Hulu, Kab. Labura kemudian Tekab Reskrim langsung bergerak cepat dan mengamankan tersangka, dan dilakukan introgasi dan tersangka pun mengakui perbuatannya, selanjutnya tersangka diamankan ke mako Polsek Kualuh Hulu guna pengembangan tentang indikasi keterlibatan pelaku dalam perkara pidana lainnya yang terjadi di Wilayah Hukum Polsek Kualuh Hulu. Adapun barang bukti ialah (satu) unit kotak HP Oppo”.
Kata Kapolsek, “Pelaku diduga melanggar Pasal 365 KUHP”.
Atas peristiwa ini, Sahrial mengingat kan kepada warga, “agar berhati-hati saat berada diluar rumah atau sedang berada di jalanan. Sebaiknya tidak usah keluar rumah kalau tidak ada hal perlu dan mendesak. Sebab saat ini pemerintah dan kita semua sedang menghadapi Pandemi Corona Virus Covid-19”. Imbuhnya.(Portal.labura.net)

Bangga Indonesia
Bangnes Updated at:

Tim Tekab Kualuh Hulu Ringkus Pelaku Penganiayaan

Tekab Reskrim Polsek Kualuh Hulu yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kualuh Hulu Ipda Yuna H Gultom mengamankan Her Lubis (37), Senin (4/5/2020) sekira pukul 13.00 di Lingkungan III Wonosari, Kelurahan Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labura.Pelaku yang tak memiliki pekerjaan tetap itu diamankan usai melakukan tindak pidana penganiayaan yang dilakukannya terhadap Fitriani br Lubis (31). Kini, pelaku dijebloskan ke dalam sel tahanan dan dikenakan Pasal 351 KUHP.
Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Sahrial Sirait menjelaskan, pelaku diamankan tim usai menindaklanjuti Laporan Polisi Nomor : LP/118/IV/ RES. 1.6/2020/SU/RES.LBH/ SEK KL.HULU tentang tindak pidana tanggal 25 April 2020.
Kapolsek menuturkan, pada Sabtu (25/4/2020) sekira pukul 19.00, piket Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu menerima laporan kejadian dari korban tentang penganiayaan yang dialaminya.
“Kemudian Tekab Reskrim pada Senin (4/5/2020) sekira pukul 13.00 mendapat infomarsi bahwa tersangka Her sedang berada di rumahnya. Saat itu juga petugas langsung bergerak cepat dan mengamankan tersangka,” ujarnya.
Dari interogasi yang dilakukan, tersangka pun mengakui perbuatannya dan selanjutnya diamankan ke Mako Polsek Kualuh Hulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(Portal.labura.net)

Bangga Indonesia
Bangnes Updated at:

Terima Bantuan Alkes dan Bahan Makanan, Gubernur Apresiasi Bantuan Masyarakat

 
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas bantuan dari berbagai pihak yang sudah masuk hingga saat ini di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (4/5).
Menurutnya bantuan tersebut akan sangat meringankan beban masyarakat dalam menghadapi pandemi ini. “Terima kasih atas semua donatur yang sudah memberikan bantuannya. Bantuan ini tentunya dapat meringankan beban masyarakat kita,” kata Gubernur.
Dikatakannya, bantuan tersebut merupakan kontribusi masyarakat langsung dalam menangani dampak Covid-19. Sebab pandemi Covid-19 tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja, perlu gotong royong dalam menghadapinya.
“Inilah yang diperlukan, sikap gotong royong kita dalam membantu sesama di masa Covid-19 ini,” kata Edy Rahmayadi yang juga sebagai Ketua GTPP Covid-19.
Hari ini Gubernur menerima bantuan dari berbagai kelompok masyarakat, di antaranya Asosiasi Provinsi Persaudaraan Guangdong menyerahkan bantuan masker 20.000 buah dan thermometer gun sebanyak 48 unit. Selanjutnya PT Tesla Kighting Internasional menyerahkan masker sebanyak 40.000 buah. Serta PT Charoen Pokhand Jaya Farm menyerahkan bantuan tegur ayam sebanyak 50.000 butir.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan langsung bantuan sembako kepada kalangan wartawan. Bantuan 75 paket bahan pokok tersebut merupakan bantuan dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia dan grup mediasumutku.com. Paket tersebut terdiri dari beras, minyak goreng, gula pasir, teh celup dan mi instan.
Ketua DPD REI Indonesia Andi Atmoko Panggabean mengharapkan bantuan tersebut dapat memberikan semangat kepada wartawan yang bekerja di tengah pandemi. Diharapkan juga masyarakat lain bisa ikut bergotong royong memberikan bantuan.
“Semoga ini bisa memberikan semangat kepada kawan-kawan media untuk terus meliput berita dan memberikan pencerahan kepada masyarakat,” kata Andi.**
(Portal.labura.net)

Bangga Indonesia
Bangnes Updated at:

Bantuan Sembako Senilai Rp300 M Disalurkan untuk 1,3 Juta KK di Sumut

 Untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) segera menyalurkan bantuan sosial (Bansos) berupa paket sembako kepada 1.321.426 kepala keluarga (KK), yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumut.
Hal itu terungkap dalam rapat jarak jauh menggunakan video conference yang digelar Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama para Bupati dan Walikota se-Sumut, di Rumah Dinas Gubernur Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (4/5).
Bantuan sosial tersebut bersumber dari refocusing anggaran APBD Pemprov Sumut sebesar Rp300 miliar. Untuk jumlah penerima bantuan ditetapkan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kabupaten/kota dan telah disepakati dalam rapat tersebut.
“Saya ingin bantuan ini cepat disalurkan pada rakyat yang sangat membutuhkan. Saya minta Bupati dan Walikota untuk melibatkan TNI dan Polri dalam penyaluran bantuan ini,” ucap Edy Rahmayadi saat memimpin rapat.
Edy menjelaskan bahwa ia sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat dalam hal pemberian bantuan jaring pengaman sosial (JPS) Pemprov Sumut. Pemerintah Pusat telah mengizinkan Pemprov untuk mengambil berbagai langkah guna mempercepat penyalurannya.
“Ada instruksi dari pusat bahwa kita harus mengambil langkah, maka itu saya minta bantuan para Bupati/Walikota secara arif untuk melakukan persaman data dengan dana yang disiapkan untuk rakyat Sumut,” katanya.
Atas dasar itu, Edy memerintahkan Bupati dan Walikota untuk segara menyampaikan rekening pemerintah daerah (Pemda) ke Pemprov agar dana bantuan itu segera dikirim, kecuali bagi kabupaten/kota yang ingin dikirim berupa paket bantuan sembako yang sudah dikemas.
Beberapa daerah yang meminta kiriman dalam bentuk barang adalah Kabupaten Batubara dan Tapanuli Tengah (Tapteng), sedangkan daerah lainnya meminta kiriman dalam bentuk transfer dana.
Selain itu, Gubernur juga menekankan beberapa hal dalam penanganan Covid-19 kepada para bupati dan walikota, antara lain tentang kesehatan dan stimulus ekonomi pada perusahaan. Untuk bidang kesehatan, Edy Rahmayadi meminta antisipasi Pemkab/Pemko untuk menangani penyebaran serta persiapan RS rujukan.
Dikatakannya, ke depan Pemprov Sumut akan menambah APD dan rapid test di setiap puskesmas. “Besok juga akan datang ventilator yang akan ditempatkan di mobil ambulan sebanyak 15 ventilator. Diharapkan nantinya dapat memperkecil jumlah korban,” katanya.
Kemudian Gubernur juga akan memberikan stimulus ekonomi pada perusahaan di Sumut yang terkena dampak Covid-19. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi perusahaan yang tutup dan menghindari PHK.
Dalam sesi diskusi tersebut, seluruh bupati dan walikota mendukung kebijakan disampaikan Edy Rahmayadi. Bupati dan walikota juga menyatakan telah merefocusing anggaran dalam pemberian bantuan ke masyarakat. Di antaranya Walikota Binjai Muhammad Idaham dalam kesempatan itu menyatakan bahwa bantuan ini harus segara dilaksanakan. Pemko Binjai sendiri menurutnya telah dua kali melakukan bantuan untuk masyarakat Binjai.
“Kami memiliki 7.000 masyarakat yang riil berdasarkan DKTS yang harus dibantu segera, karena tidak pun karena corona, mereka memang sudah rakyat yang tidak mampu Pak,” ucap Idaham.
Sementara Bupati Batubara Zahir menyampaikan bahwa masih ada warga Sumut dan daerah lainnya, yang tertahan di luar negeri sebagai TKI yang diperkirakan berjumlah 1.000 orang. Dikawatirkan mereka akan pulang ke Sumut melalui Batubara yang diketahui memiliki banyak “jalur tikus” atau tidak resmi dari laut. Untuk itu, Zahir meminta bantuan Pemprov Sumut dalam mengatasi hal ini, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Batubara.**
(Portal.labura.net)

Bangga Indonesia
Bangnes Updated at:

Kapolsek Kualuh Hulu Bagikan Sembako Langsung ke Rumah Warga

Kapolsek Kualuh Hulu AKP Sahrial Sirait di dampingi Kanit Binmas Iptu T Muzakir dan Bhabinkamtibmas Polsek Kualuh Hulu, membagikan bahan pokok kepada warga di Dusun VI, Desa Siamporik, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura, Senin (4/5/2020) sekira pukul 09.30.Pemberian yang dilaksanakan secara door to door kepada masyarakat yang membutuhkan dalam rangka memutus mata rantai penularan dan penyebaran pandemi Covid 19.

Selain memberikan bahan pokok, Kapolsek juga memberikan imbauan tentang pencegahan penularan Virus Covid 19 dengan cara menggunakan masker bila keluar rumah atau beraktifitas di luar rumah, jaga jarak dengan masyarakat lain minimal 1 meter, rajin cuci tangan, dan tidak mudik ke kampung halaman dalam rangka Idul Fitri.

“Pemberian bahan pokok tersebut bukan berarti kita berlebih, namun karena ada yang lebih membutuhkan dengan prinsip melaksanakan tugas dengan harapan menjadi ibadah,” ungkap Kapolsek.

Dalam kesempatan itu, masyarakat mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Polsek Kualuh Hulu dan berharap wabah ini segera berlalu.(Portal.labura.net)

Bangga Indonesia
Bangnes Updated at:

Masyarakat Tolak Normalisasi Di Sungai Aek kanopan

Pemerintah Desa Sukarame Baru dan Dinas Sumber Daya Alam Provinsi Sumatera Utara UPT. Pengelolaan Irigasi Kualuh Barumun bersama Dengan Personil Polsek Kualuh Hulu diwakili Khabtibmas Desa Sukarame Baru Melaksanakan Pertemuan Dengan Masyarakat Terkait Normalisasi Sei Aek Kanopan pada hari Minggu (03/05/2020) Di Jembatan Titi Payung Desa Sukarame Baru.
Hadir pada pertemuan itu dari Masyarakat Desa Sukarame Baru Rahmat, Irwan dan beberapa orang masyarakat lainnya. Kepala Desa Sukarame Baru Richad Simamora dari
Dinas Sumber Daya Alam Provinsi Sumatera Utara UPT. Pengelolaan Irigasi Kualuh Barumun, Sutarmin, ST., Selaku Pengawas. Dan dari Polsek Kualuh Hulu Rahmadi, Bhabinkabtibmas Desa Sukarame Baru, dan Kadus Pulo Gombut, dari Pihak Kontraktor, CV. Romando Jaya Mandiri diwakili oleh Supianto selaku operator bec’hoe.
Richad Simamora Kepala Desa Sukarame Baru menuturkan, “pada awalnya kita berpikir bagaimana menangulangi banjir yang telah merendam pemukiman penduduk dari situlah kita berpikir keras bagaimana untuk mengatasinya. Setelah saya berkoordinasi dengan para kepala Dusun akhirnya dapat lah solusi caranya sungai Aek Kanopan harus di normalisasi. Kemudian kami memohon normalisasi Sungai Aek Kanopan tersebut kepada Dinas SDA pada tahun 2018 dan sekarang lah pada tahun 2020 ini terealisasi”, katanya.
Disambungnya lagi, “bahwa kita juga memohon kepada Dinas SDA agar juga menormalisasi dimulai Jembatan titi payung hingga ke hulu Sei Aek Kanopan.” Cetusnya.
Irwan warga Desa Sukarame Baru mengatakan bahwa dirinya dan warga yang lain tidak terima atas pekerjaan normalisasi tersebut, saya tidak menerima hal ini, jika tidak dimulai dari jembatan titi payung yang di normalisasi minimal kami meminta kepada Bapak Dinas SDA supaya melakukan normalisasi itu dari titik jembatan titi payung sepanjang 1 Km dan sisa nya dari perbatasan Desa Sonomartani dan Desa Sukarame Baru”. Pintanya.
Menyahuti permohonan masyarakat Dinas Sumber Daya Alam Provinsi Sumatera Utara UPT. Pengelolaan Irigasi Kualuh Barumun Bidang Pengawasan Sutarmain, ST., mengatakan, “Kalau kami kerjakan dari titi payung pada titik kedua dan ke tiga tidak sampai dikerjakan sementara titik yang rawan itu pada titik galian kedua dan ketiga yang dalamnya hanya dua meter lebarnya sepanjang 15 meter. Sementara kita akan membuat lebar sungai itu 22 meter dalamnya 4 meter. Dan bagusnya normalisasi itu dikerjakan dari bawah/hilir sungai. Memang apa yang di katakan masyarakat agar yang dikerjakan itu titik awalnya dari Jembatan titi payung ke hilir Sungai Aek Kanopan atau 1 kilometer lebih ditarik dari titi payung dan satu kilometer lebih dari perbatasan Desa Sonomartani dan Desa Sukarame Baru. Namun itu berat pak harus merubah RAB lagi. Namun begitupun usulan dari Masyarakat akan saya sampaikan kepada pimpinan”. Katanya.
Sementara itu pihak Kepolisian Polsek Kualuh Hulu Aiptu Rahmadi selaku Bhabinkabtibmas Desa Sukarame Baru mengharapkan agar masyarakat legowo dan menerima apa yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah.
“Kami minta kapada bapak-bapak agar menerima dan legowo lah dalam hal ini, apa yang diminta oleh bapak-bapak tidak mungkin dilakukan karena itu sulit. Tahun depan kan seperti yang disampaikan oleh Bapak dari Dinas SDA UPT. Labuhan Batu Raya, normalisasi ini akan dilanjutkan lagi sepanjang 5 kilometer”. Ucap Rahmadi kepada Warga.
Pihak Kontraktor, Supianto selaku operator bec’hoe, “kami mengerjakan sesuai yang diperintahkan oleh pengawas SDA Pemprovsu kepada kami Pak.”
Lebih lanjut, bahwa mengenai Pekerjaan normalisasi sepanjang 2.5 km di Sungai Aek Kanopan yang menelan anggaran sebesar Rp. 2.210.491.910,48. itu dikehendaki oleh masyarakat dikerjakan dari titik awal dimulai dari Jembatan titi Payung menuju ke hilir.
Namun Pihak Dinas SDA melaksanakan pekerjaan normalisasi tersebut dimulai dari Perbatasan Desa Sonomartani dengan Desa Sukarame Baru.
Jelasnya dahulu nya di hilir jembatan titi payung telah dilakukan penggalian sebanyak tiga titik dari jembatan titi payung galian pertama sepanjang 2,5 km. Dari galian pertama ke galian kedua sepanjang 1.5 KM, dari galian kedua menuju galian ketiga sepanjang 800 meter. Dari galian ketiga ke perbatasan Desa Sonomartani dan Desa Sukarame Baru 800 meter.
Nah, menurut informasi yang dihimpun bahwa ada penyempitan jalan air berada pada titik galian 2 dan tiga. Karena ada titik sempit itulah Dinas SDA memulai normalisasi itu dari perbatasan Desa Sukarame Baru dengan Desa Sonomartani.(Portal.labura.net)

Bangga Indonesia
Bangnes Updated at:

 
back to top