Pelaku Bom Makassar Menuliskan Surat Wasiat Minta Ibunya Rajin Sholat


BANGNES.COM – Muh Lukman Alfarizi, Pelaku bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makassar, sempat menuliskan surat wasiat sebelum melancarkan aksinya.

Surat wasiat itu ditulis Lukman di secarik kertas dengan tulisan tangan. Ia menulis dengan huruf kapital semua.

Di dalam suratnya, selain meminta maaf dan menyampaikan bahwa dirinya memang sudah siap mati syahid, Lukman juga menyampaikan beberapa hal kepada ibu dan adiknya.

Kepada ibunya, ia mengingatkan untuk tidak lupa salat dan jangan mengambil uang dari bank karena itu menurutnya riba.

Sementara kepada adiknya yang ia sapa dengan nama Pitto, ia berpesan agar menjagakan ibunya dan fokus membantu ibunya.

Berikut isi lengkap surat wasiat yang diduga ditulis Lukman.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wasiat kepada orang yang saya cintai karena Allah.

Wahai ummy aku minta maaf kalo ada salahku baik perilaku maupun lisanku. Jangan ki lupa senantiasa beribadah kepada Allah dan jangan ki tinggalkan sholat. Semoga Allah kumpulkan ki di surganya.

Ummy sekali lagi minya maaf ka, ku sayang sekali tapi Allah lebih menyayangi hambanya.

Makanya saya tempuh jalanku sebagai mana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan ki dan bisa ki kembali berkumpul di surga.

Satu ji pesanku buat kita ummy, berhenti ambil uang bank, karena uang bank itu riba dan tidak diberkahi oleh Allah.

Ini ada uang simpananku 2.350.000 untuk bayar pinjaman di bank dan itu uang kontrak rumahku masih ada 5 bulan di karyawan laundrynya mus. 500.000/bulan na kontrakan ambil meri tiap bulan, simpan ki untuk bayar pinjaman.

Pitto, minta maaf ka kalau ada salahku dek, baik itu lisanku maupun perbuatanku dulu.

Satu pesanku untuk kau dek, jaga ummy baek-baek. Kau mami bisa jaga ummy dan jangan juga malas-malasan sholat dan jangan mi bergaul-gaul, fokus saja bantu ummy.

Istiqomah ki semua di jalan ini nah ummy, Pitto dan keluarga ku yang saya cintai karna Allah, semoga Allah kumpulkan ki di surga dan semua sodarahnya dan keluarga bapakku

Muh. Lukman Alfariz”


(PRC/Yogi Perwira)


0 Bangga Indonesia